Gunakan 2 Mobil dan Kenakan Rompi Orange, Kajari MM Angkut 4 Tsk Diduga Korupsi Baju Linmas

Pena Rafflesia, Mukomuko- Hari ini 4 dari 7 tersangka (tsk) proyek pengadaan baju linmas tahun 2020 di tahan oleh pihak Kejaksaa Negeri (Kejari) Kabupaten Mukomuko (MM). Dengan menggunakan 2 unit mobil jenis Inova BD 1472 JR Tsk laki – laki berinisial IJ selaku subkon penyedia dan DP anggota Pokja (LPSE) dengan mengenakan rompi orange, mereka di angkut (bawa) menuju sel tahanan Polres MM.

Sedangkan Tsk perempuan inisial K selaku PPTK dan SR selaku anggota pokja di angkut menggunakan mobil jenis avanza BD 1233 JR. Sedangkan 3 orang Tsk lainnya berinisial HA selaku PPK, RD Pokja dan JA penyedia tidak ditahan, karena mereka tidak hadir memenuhi panggilan kejari pada hari ini. Para tahanan di titipkan di sel Polres Mukomuko selama 20 hari kedepan untuk di hadirkan dalam persidangan pertama. Dari penyelidikan pihak Kejari Mukomuko terhadap kasus tipikor proyek pengadaan baju Linmas total kerugian negara yang di timbulkan Rp. 329.542.805.

Rudi Iskandar : 3 Tsk Bakal Berstatus DPO Jika Tak Indahkan Panggilan Sebanyak 3 Kali

Diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Mukomuko Rudi Iskandar, SH, hari ini pemanggilan dilakukan terhadap 7 orang Tsk, namun yang hadir hanya 4 orang Tsk. Pemanggilan terhadap para Tsk telah melalui proses yang ada dan sesuai dengan SOP kejaksaan. Sedangkan untuk 3 orang Tsk lainnya berinisial HA, RD fan JA akan dilakukan pemanggilan ulang sebanyak 2 kali. Pada panggilan ke 2 tidah di indahkan, maka dilakukan pemanggilan ke 3 yakni, petugas kejaksaan akan di dampingi pihak kepolisian.

“Sampai saat ini belum ada konfirmasi kepada kami alasan mereka tidak hadir. Surat pemanggilan kedua sudah kami layangkan pada hari ini terhadap ke tiga tersangka, untuk hadir pada hari jum`at nanti. Kalau surat pemanggilan kedua mereka juga tidak hadir, maka dilakukan pemanggilan ke tiga di dampingi aparat dari pihak kepolisian.jika pemanggilan ketiga juga tidak di indahkan, maka akan dilakukan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk ketiga tersangka. Saya meminta agar para tersangka untuk koperatif dan menghadiri pemangggilan,”ungkap Rudi Iskandar.

Dilanjutkan Rudi Iskandar, dari 7 orang tersangka 5 orang berstatus sebagai ASN di lingkungan Pemkab MM, sedangkan 2 orang lainnya berstatus pekerja swasta. Disinggung dengan pelanggaran yang dilakukan para Tsk, Rudi Iskandar menerangkan, para Tsk melanggar pasal 2 dan 3 Undang – undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 20 tahun 2001dengan ancaman Penjara minimal 4 tahun kurungan penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

“Para tersangka di jerat undang – undang Tipikor dengan ancaman hukuman yang telah tertera. Saya berharap dengan adanya pengungkapan kasus tindak pidana korupsi ini, semoga menjadi pelajaran bagi penyelenggara pemerintah dan pihak lainnya, agar lebih baik dan teliti dalam membelanjakan uang negara. Semoga Kabupaten Mukomuko bersih dari tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), karena korupsi adalah salah satu kejahatan yang buruk karena kibatnya menyengsarakan rakyat,”ujar Rudi ramah.

Dari pantauan wartawan Pena Rafflesia di lapangan, ke 4 Tsk mendatangi gedung Kejari MM pada pukul 10.00 Wib untuk di lakukan pemeriksaan oleh petugas. Sebelum di angkut dan dibawa untuk di tahan di sel Polres MM sebagai titipan, ke 4 Tsk di periksa dahulu oleh tim kesehatan, apakah ke empat Tsk tidak terjangkit virus covid – 19. Setelah melalui pemeriksaan dengan hasil negatif, sekitar pukul 02.00 Wib ke 4 Tsk di giring petugas Kejari di dampingi aparat pengamanan dari Polres MM bersenjata lengkap menuju mobil jenis Inova berwarna hitam dan mobil jenis Avanza berwarna abu – abu untuk di bawa menuju sel polres.(Dnex)