Skip to main content

Gubernur Bengkulu Minta Pengembangan Landscape Seblat Berdampak Ekonomi Masyarakat Sekitar

Gubernur Bengkulu Minta Pengembangan Landscape Seblat Berdampak Ekonomi Masyarakat Sekitar
Gubernur Bengkulu Minta Pengembangan Landscape Seblat Berdampak Ekonomi Masyarakat Sekitar

 

IKOBENGKULU.COM - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengajukan permintaan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Lampung untuk memperhatikan dampak ekonomi masyarakat sekitar dalam rencana pengembangan Landscape Seblat Bengkulu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan konservasi habitat Gajah Sumatera di Bentang Alam Sebelat - Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Rohidin setelah menerima audiensi Tim Ditjen KSDAE KemenLHK terkait Kolaborasi di Landscap Sebelat yang melibatkan multi pihak. Dirinya juga telah meminta Asisten II Setda Provinsi Bengkulu untuk melakukan pembahasan lebih lanjut bersama Bappeda, Dinas Pariwisata dan PUPR, baik tingkat provinsi maupun kabupaten dalam hal ini Bengkulu Utara dan Mukomuko.

Kepala BKSDA Bengkulu Lampung, Hifzon Zawahiri, menambahkan bahwa masyarakat harus terlibat dalam kegiatan ini sejak awal dan melakukan kegiatan sosialisasi bersama pemangku kepentingan terlebih dahulu serta memberikan masukan tentang pengembangan potensi alam yang ada agar berdampak ekonomi. Landscape atau Bentang Alam Sebelat selain sebagai wilayah konservasi penyelamatan gajah juga bisa menjadi sumber manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar seperti pengembangan wisata.

Gubernur Bengkulu Minta Pengembangan Landscape Seblat Berdampak Ekonomi Masyarakat Sekitar

Kepala BKSDA Bengkulu Lampung Hifzon Zawahiri menambahkan bahwa kegiatan pengembangan landscape Seblat Bengkulu harus dilakukan dengan memperhatikan aspek konservasi dan keberlanjutan lingkungan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Landscape Seblat Bengkulu adalah kawasan konservasi yang terletak di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kawasan ini memiliki luas sekitar 1,5 juta hektar dan menjadi habitat alamiah bagi Gajah Sumatera yang terancam punah.

Melalui pengembangan landscape Seblat Bengkulu, diharapkan kawasan ini dapat dijadikan sebagai destinasi wisata alam yang menarik, sehingga masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.

Gubernur Rohidin juga menekankan pentingnya kerjasama antara pihak Kementerian LHK dan pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan dan konservasi lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Dengan sinergi yang baik, saya yakin pengembangan landscape Seblat Bengkulu dapat menjadi contoh yang baik dalam upaya konservasi lingkungan dan pengembangan ekonomi masyarakat," ujar Gubernur Rohidin. (Adv)

Tags
  • rica store

Berita Terkini