Emak-emak Bermalam Tolak Tambang Pasir Besi, Bupati Tutup Mata

SELUMA – Kepekaan tentang ruang hidup dan untuk kelangsungan hidup mulai dipahami masyarakat Seluma. Hal ini dibuktikan saat emak-emak menduduki tambang pasir besi di pasar seluma (red), Kamis (23/12) kemarin.

Namun sampai saat ini, Bupati Seluma Erwin Octavian tutup mata dan enggan berkomentar dengan adanya masyarakat menduduki tambang pasir besi di Pasar Seluma, dinilai akan mengancam ruang hidup masyarakat, jumat (24/12).

Walaupun demikian, masyarakat masih bertahan di lokasi tambang, terlihat dari malam hingga pagi ini masyarakat tetap konsisten menyuarakan untuk menolak tambang, menurut mereka tambang akan mengancam ruang hidup mereka nantinya.

Dalam memperjuangkan hak lingkungan menolak tambang pasir besi di Pasar Seluma, Ibu-ibu menggelar aksi ditambang dengan menginap di lokasi.

Anggota BPD Desa Pasar Seluma, Anton Suprianto membenarkan bahwa ibu-ibu yang menggelar demo saat ini masih berlanjut hingga malam nanti.

Bebrapa fakta-fakta penolakan tersebut:

(1) Aktifitas perusahaan yang akan mengeruk pasir besi disepanjang 2,4 Km di pesisir pantai akan berdampak pada berkuranganya remis (kerang) di pinggir laut, sebagai mata pencaharian kaum perempuan, baik untuk dijual maupun diolah untuk dikonsumsi sebagai penganan tradisonal.

Fakta kedua (2) Resiko kerusakan jalan utama Desa yang merupakan satu satunya akses masyarakat jika digunakan oleh perusahaan untuk mengangkut material hasil pertambangan.

Selanjutnya fakta ketiga (3) Wilayah yang akan dieksploitasi merupakan sabuk hijau pengaman, dikarenakan pasar seluma masuk dalam zona rawan bencana.

Sampai saat ini masyarakat yang tergabung dalam forum masyarakat pesisir barat masih berjuang penolakan tambang Pasir Besi. (SA/OP)