Dana BOK Tak Cair, Tenaga Kontrak Puskesmas Menjerit!

PENA RAFFLESIA – Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang diperuntukkan bagi pelayanan puskesmas terhadap masyarakat tahun anggaran 202I pada tahap II tak kunjung dicairkan.

Keterlambatan pencairan dana BOK ini membuat Kepala Puskesmas di Kabupaten Mukomuko harus menanggulangi dulu untuk membiayai pelaksanaan program–program dan untuk membayar tenaga kontrak belum terialisasi. Dikarenakan sampai sekarang anggaran dana BOK belum juga cair.

Padahal honor tenaga kontrak  kesehatan Puskesmas diakomodirkan di anggaran dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). 

Diketahui bahwa jumah puskesmas yang ada di kabupaten Mukomuko sebanyak 17 puskesmas yang dana BOK nya belum cair, Senen (4/10/2021).

Media Pena Rafflesia menyusuri dan menemui salah satu Kepala Puskesmas (Kapus) di Kabupaten Mukomuko yang tidak ingin namanya disebut, membenarkan bahwa untuk dana Bantuan Operasional Kesehatan untuk Tahap II sampai sekarang belum cair. Sementara usulan pencairan sudah diusulkan dari bulan April 2021 sampai sekarang.

Saat ditanya terkait kendala keterlambatan pencairan, ia menyampaikan semua laporan telah kami masukan, namun dari pihak Dinas tidak menyampaikan kendala keterlambatan pencairan.

“Terkait kendala keterlambatan pencairan, saya juga tidak tahu alasannya apa, karena ditahun 2021 baru dicairkan tahap I dan sedangkan untuk tahap II belum. Untuk usulan pencairan kita dari Puskesmas sudah memberi laporan ke Dinas,” ungkapnya, Senen (04/10).

Akibat keterlambatan pencairan Dana BOK ini, kami (Kapus) menjadi pusing karena harus memikirkan tenaga honor kontrak Kesehatan, yang gajinya dianggarankan di BOK.

“Tenaga Kontrak Kesehatan Puskesmas dibiayai dari dana BOK, sedangkan gaji untuk tenaga kontrak dari Bulan Januari sampai sekarang belum Cair,” jelasnya.

Kemudian media Pena Rafflesia menemui salah satu honor kontrak kesehatan Puskesmas yang juga tidak ingin namanya disebut, ia membenarkan untuk gaji honor kontrak kesehatan dari bulan Januari sampai sekarang belum Cair.

“Sementara untuk kegiatan sehari hari kita mengeluarkan Anggaran Pribadi. Untuk gaji Honor Kontrak Kesehatan dianggarkan 1 juta per bulan, yang dibiayai dari dana BOK. Usulan untuk laporan progaram program kita sudah masukan dari bulan April ke Dinas Kesehatan,” terangnya.

Harapannya “supaya dari Dinas Kesehatan bisa dicairkan. Selama ini kegiatan sehari-hari kita tanggulangi dengan dana sendiri,” tuturnya. (Dnex )