Feature : Awal Kebangkitan Ekonomi dari Tangan Emak-emak

    Nama Zezi Eliza, Umur 33 tahun, pekerjaan ibu rumah tangga. Mengawali usahanya dengan berjualan gorengan di kantin SDN 04 Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu di Tahun 2019.

    Alasan dirinya memilih SDN 04 Ujan Mas sebagai tempat usaha jualan gorengan dikarenakan anak pertamanya yang besekolah disana. Selain itu sekolah disana muridnya juga ramai, lingkungan sekolah yang dipagari tembok keliling sehingga terbilang aman bagi dirinya yang membawa anak masih balita berjualan di tempat keramaian.

    Zezi Eliza termotivasi untuk membuka usaha agar bisa membantu perekonomian keluarga. Hitung-hitung pendapatan yang dihasilkan diharapkan mampu untuk mencukupi kebutuhan jajan anak dan tambahan belanja dapur.

    Tak bisa diduga, seberapa jauh dan lama ia mampu menggeluti usahanya dan benar saja usaha yang digelutinya saat itu hanya berjalan 1 tahun.

    Awal Usaha Disaat Pandemi

    Setelah menjalani usahanya selama 1 tahun Zezi Eliza tak bisa lagi berjualan gorengan dikantin sekolah, dimana saat itu sekolah diliburkan karena Pandemi.

    Ia mulai memikirkan usaha apa yang bisa dikerjakan di masa pandemi ini agar bisa membantu perekonomian keluarga, karena terlahir dari anak seorang Petani yang juga berwirausaha ternyata jiwa wirausaha sang ayah sangat melekat pada diri Zezi Eliza.

    Dengan melihat bahan baku yang tersedia melimpah dan mudah didapatkan dilingkungan tempat tinggalnya. Akhirnya ia memutuskan untuk membuat usaha cemilan Kerikil (dari ubi singkong) yang kemudian dititipkan diwarung-warung di sekitaran tempat tinggalnya. Dari usaha ini Zezi Eliza mampu mendapatkan pengasilan 500 ribu perbulan.

    Perkembangan usaha tersebut terbilang laris sebab peminatnya tidak hanya dari sekitaran tempat tinggalnya namun pemasarannya sampai ke Kota Bengkulu bahkan sampai ke Kota Jambi.

    Disaat itu pula, Zezi Eliza mulai merintis usaha menjual produk SR12 sebagai usaha sampingannya dengan penghasilan 15% dari modal. Untuk usaha Kerikil sendiri dimulai dari Februari 2020 sampai April 2021.

    Selama satu tahun lebih menggeluti usaha Kerikil, Zezi Eliza tak pernah mendapat bantuan permodalan untuk UMKM selama Pandemi. Dengan usaha Kerikil yang dititipkan ke warung hasil penjualannya diambil satu minggu setelah penitipan tentu hal itu membuat pendapatannya kembang-kempis.

    Usaha Sampingan Jadi Harapan

    Di Bulan Oktober 2020 Zezi Eliza diajak saudari iparnya Suci Rahayu yang saat itu masih ditingkat Agen dan kini sudah Up Level Distributor Utama, untuk bergabung di SR12 dengan menjual produk Lipcare sebanyak 9, sabun kopi 1, minyak bulus 1, Vco oil 1 botol ukuran 100 ml dengan jumlah modal Rp 308.000.

    Produk-produk dari SR12 sangat banyak, mulai dari cosmetic, skincare hingga obat-obatan yang bisa digunakan oleh semua umur dari bayi hingga manula. Kualitas produk ini juga tidak perlu diragukan lagi selain herbal juga sudah mengantongi sertifikasi Halal MUI dan teruji klinis oleh BPOM.

    Resiko usaha SR12 juga terbilang minim, sebab barang cacat jarang terjadi sehingga kualitas keaslian produknya sangat terjamin karena barang harus melalui mitra resmi SR12. Selain itu, penjualannya murni jual grosir dan eceran tanpa riba.

    Melihat perkembangan dari permintaan konsumen akhirnya Zezi Eliza memutuskan untuk fokus pada usaha SR12, yang menurutnya usaha ini sangat relevan dan membantu perekonomian keluarga bagi dirinya sebagai ibu rumah tangga.

    Dibanding usaha Kerikil yang banyak memakan waktu dalam pembuatannya usaha SR12 terhitung lebih cocok bagi dirinya terlebih bagi emak-emak sosialita, hanya sambil duduk-duduk saja namun bisa menghasilkan uang.

    “Iya perkembangan usaha saya di SR12 cukup bagus dan banyak peminatnya, semakin hari semakin banyak yang ingin tahu produk-produknya,” terang Zezi Eliza

    Ternyata, pemasaran lebih luas cangkupannya tak hanya di daerah tempat tinggal saja, namun pemasaran produk menjangkau Bekasi, Kota Bengkulu, Lubuk Linggau, Jambi, hingga tidak ada batasan pemasaran, karena bisa melalui jasa pengiriman ke seluruh Indonesia.

    Untuk sistem penjualan sendiri berdasarkan Persen per tingkatan level. Jadi walaupun tingakatan level berbeda namun harga jual tetap sama dimanapun berada, tapi untuk mendapat keuntungan diperoleh dari persen harga modal produk.

    Tingkatan level SR12 dimulai dari Marketer, Reseller, Sub Agen, Agen dan terakhir Distributor Utama.

    “Kemarin sempat meraih beberapa reward dalam rangka tembus omset tertinggi yakni Rp 6.500.000 di 3 bulan berturut-turut dan berhasil mendapat anggota 4 Reseller dalam 1 bulan. Sekarang saya menduduki level Agen dengan nama team saya sendiri yakni Zezi AB team. Dengan 43 peserta resmi yang tersebar di Curup, Kepahiang, Lubuk Linggau, dan Bengkulu,” tutur Zezi Eliza

    Berawal dari omset Rp 308.000 kini Zezi Eliza mencapai omset Rp 65.913.000 dalam 3 bulan terakhir.

    Zezi Eliza berkeinginan agar bisa merangkul emak-emak sosialita lebih banyak lagi dan bisa menebar kebaikan lebih banyak lagi, untuk membantu perekonomian keluarga agar bisa tercukupi.

    Hendaknya disaat datangnya suatu permasalahan seperti pandemi jangan kita fokus pada titik permasalahannya, tapi kita harus fokus kepada solusinya. Tak penting seberapa besar rencanamu, yang penting seberapa cepat kamu memulai langkahmu untuk meraih kesuksesan mu dan membahagiakan keluarga mu.

    Penulis : Anasril