Berita Terkini
Anggota DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain, Foto: Dok
Kota Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu kembali menyoroti perlengkapan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bengkulu. Salah satunya seperti baju perlindungan diri, tabung oksigen dan lainnya.
“Ada beberapa hal yang menjadi catatan, pertama ialah kekurangan di sarana dan prasarana, seperti baju perlindungan diri yang tahan panas kemudian oksigen ketika harus masuk ke dalam asap. Itu kurang sekali, cuma ada 2 oksigen,” kata Teuku Zulkarnain, Kamis (25/08).
Teuku menambahkan, masalah lain yang menjadi hambatan damkar ialah susahnya petugas bertindak saat terjadi kebakaran di kawasan padat penduduk. Ia pun menyarankan untuk menyiapkan hydrant di kawasan padat penduduk agar memudahkan para petugas nantinya.
“Di beberapa titik yang padat penduduk itu perlu adanya hydrant. Terkadang mobil kesulitan masuk ke kawasan padat penduduk. Jadi kita siasati dengan adanya hydrant. Tapi kendalanya biasanya hydrant ini menggunakan pipa PDAM, tapi tekanan air PDAM itu rendah sekali, ini juga yang jadi pemikiran kita bersama. Tapi salah satu cara menyiasati lebih baik kita sediakan hydrant, lebih murah dari pada membeli mobil kecil lagi,” jelasnya.
Selain itu, Bukan hanya sarana dan prasarana, Dewan juga turut menyoroti upah/gaji yang diterima petugas Damkar.
“Di OPD lain itukan ada beban kerja, di Damkar ada risiko kerja. Saat bekerja petugas ini taruhannya nyawa. Hari ini mereka cuma terima gaji Rp1,5 juta ditambah risiko kerja jadinya kisaran Rp1,8 juta. Inikan belum sepadan dengan risikonya, inilah yang wajib menjadi perhatian,” ungkapnya mengakhiri. (Adv)