Skip to main content

ABG di Kepahiang Sudah Berani Edarkan Narkoba

Maksud hati ingin punya penghasilan untuk menambah uang saku, pelajar berinisial AH (17) malah harus berurusan dengan polisi.
Maksud hati ingin punya penghasilan untuk menambah uang saku, pelajar berinisial AH (17) malah harus berurusan dengan polisi.

Penarafflesia.com, Kepahiang - AH (17), pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu ditangkap polisi karena berjualan ganja.

 

Saat ditangkap, siswa kelas 11 tersebut membawa ganja seberat 35,95 gram. Ia diamankan di Jalan lintas Kepahiang-Pagar Alam pada Selasa (19/9/2023) malam.

 

Pelaku menjual barang haram tersebut di sekitar lingkungannya, termasuk pelajar yang merupakan temannya.

 

"Untuk barang bukti yang diamankan ini, kami masih melakukan penyelidikan di mana pelaku mengambil barangnya," bebernya. 

 

AH mengaku mengenal barang terlarang tersebut dari kenalannya yang mengajaknya menggunakan ganja.

 

Lambat laun, AH akhirnya menjadi pengedar ganja di lingkungan tempat ia tinggal di Kecamatan Kepahiang.

 

AH mengaku sudah 5 kali membeli ganja di Kabupaten Empat Lawang dengan meminjam uang dari sang kakak.

 

"Minjam duit samo ayuk (minjam duit dengan kakak perempuannya, dalam bahasa indonesia), waktu itu minjam Rp 300 ribu untuk beli barang (ganja)," ungkap AH sembari tertunduk saat ditanya, pada Rabu (20/9/2023).

 

Dari uang Rp 300.000, ia membeli ganja seberat 35,95 gram.

 

Ganja seberat 35,95 gram itu akan dibagi-bagi menjadi paket kecil dengan harga jual Rp 50.000 hingga Rp 100.000.

 

Dari penjualan barang haram itu, AH mendapatkan untung sekitar Rp 200.000.

 

Kepada petugas, AH mengaku berjualan ganja bukan karena kekurangan uang jajan dari orangtua, tapi untuk tambah uang jajan.

 

"Tidak kurang, uang jajan selalu dikasih oleh orang tua setiap hari Rp 10.000. Uang dari hasil itu (jual ganja) untuk tambah uang jajan," tuturnya.

 

Menurut AH, orangtuanya bekerja sebagai tukang ojek dan buruh di salah satu perusahaan di Kabupaten Kepahiang. Selain itu, AH menyebut bahwa orangtuanya tak tahu bahwa ia berjualan ganja.

 

"Selama berjualan barang itu (ganja) orangtua tidak tahu," ungkap AH.

 

Editor: Fatmala

  • rica store

Berita Terkini