Warga Keluhkan Alur Sungai Pian Dangkal, Agusrin Berikan Solusi

Bengkulu- Kedangkalan Sungai Piandaka di kawasan Pantai Pasar Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko yang menjadi keluhan sejumlah nelayan setempat, langsung direspons positif oleh Calon Gubernur Bengkulu nomor urut 3 Agusrin M Najamudin yang langsung turun tangan memberikan solusi, saat melakukan rangkaian kampanye di kawasan Desa Pasar Baru Mukomuko, Sabtu (7/11).

Sekretaris Kelompok Nelayan Pasar Ipuh Mukomuko Rapani mengungkapkan, aliran alur sungai Pian dangkal ini terus menjadi keluhan sejumlah nelayan setempat. Sebab sampai saat ini aspirasi nelayan dan warga terkait kedangkalan sungai tersebut tidak pernah direspon baik oleh pemerintah daerah.

“Karena alur sungai ini merupakan urat nadi keluar masuknya perahu nelayan di tujuh desa. Makanya kami sangat berharap ditangan pak Agusrin ini bisa menyelesaikan keluhan kedangkalan sungai Pian ini,” sampai Rapani.

Ditambahkan Rapani, bila kedangkalan sungai ini terus dibiarkan maka dampaknya akan berpengaruh dengan nasib nelayan sekitar. Sebab menurutnya mata pencaharian rata-rata warga setempat adalah nelayan.

“Bayangkan saja pak dengan dangkalnya alur sungai ini, kami nelayan terkadang harus mendorong perahu sampai 500 meter agar perahu kami dapat berjalan,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Agusrin menegaskan, bahwa persoalan kedangkalan alur sungai tersebut akan segera diatasi dan menjadi prioritas utama baginya bila nanti menjadi Gubernur Bengkulu.

“Bagaimana kita mau menyelesaikan suatu persoalan, bila kita sendiri tidak melihat langsung persoalan yang terjadi Dilapangan. Makanya ketika saya cek langsung pinggir pantai sungai tadi ini harus segera diatasi. Karena kasian dengan saudara nelayan kita yang mengeluhkan kedangkalan tersebut,” terang Agusrin.

Selain itu menurut Agusrin, ada dua alternatif dalam menuntaskan kedangkalan alur sungai pantai pasar Ipuh tersebut. Pertama solusinya dibangun breek water (pemecah ombak) namun akan membutuhkan biaya ini lumayan besar karena akan dilakukan rutin.

“Sedangkan solusi kedua yang lebih efisien, dilakukan pembuatan dari alur sungai pisang dan disisi kanan sungai piandaka persimpangan dibangun penepis tebing beberapa meter, sehingga aliran sungai muara lancar sampai kelaut. Dan nanti secara teknis kita akan kaji lagi lebih dalam,” jelas Agusrin. (**)