Tiga Kata Kunci ‘Informasi, Demokrasi dan Kompetensi’ akan Dibahas di Rakernas I JMSI

JAKARTA — Diseminasi informasi semestinya berkontribusi pada penguatan pondasi demokrasi, dan selanjutnya mendorong peningkatan kompetensi warga negara di segala bidang yang dibutuhkan dalam pembangunan negara di tengah persaingan global yang semakin tajam.

Demikian antara lain pesan yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Gita Wirjawan, ketika menerima Pengurus Pusat JMSI, di kantornya di kawasan SCBD, Selasa siang (19/10).

Gita Wirjawan yang memandu talkshow “EndGame” di kanal Youtube miliknya, lebih lanjut menjelaskan bahwa arti penting informasi tidak hanya diukur dari akselerasi diseminasi yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun juga dari kekuatan pesan yang terkandung di dalamnya dan bagaimana pesan itu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan didayagunakan dalam merumuskan solusi atas persoalan yang dihadapi negara dan bangsa sehari-hari.

Selain Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, Pengurus Pusat JMSI lain yang hadir dalam pertemuan itu adalah Sekjen Mahmud Marhaba, Bendahara Umum Dede Zaki Mubarok, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Novermal Yuska, dan Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga Jayanto Arus Adi. Juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut Anggota Dewan Pakar JMSI, Syahrial Nasution.

Merespon pesan yang disampaikan Gita Wirjawan, Teguh Santosa mengatakan, tiga kata kunci tadi, yakni informasi, demokrasi, dan kompetensi, akan menjadi tema yang akan dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I JMSI yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, tanggal 10 sampai 12 November mendatang.

Teguh berterima kasih atas kesediaan Gita Wirjawan menghadiri Rakernas I JMSI tersebut.

Rakernas I JMSI akan dihadiri seluruh Pengurus Pusat JMSI serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Pengurus Daerah JMSI.

Terkait dengan pelaksanaan Rakernas I JMSI, Teguh melaporkan bahwa dirinya bersama Jayanto Arus Adi yang juga Ketua Panitia Rakernas, baru kembali dari kunjungan ke Semarang untuk bertemu dengan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi.

Walikota Hendrar Prihadi, sebut Teguh, menyampaikan terima kasih atas terpilihnya Semarang sebagai lokasi Rakernas I JMSI, dan percaya bahwa pergelaran ini sangat membantu recovery Semarang dari masa pandemi.

Persiapan teknis pelaksanaan Rakernas I sudah matang, dan bila tidak ada aral melintang akan dibuka oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

Adapun Jayanto Arus Adi mengatakan, dalam Rakernas I JMSI nanti peserta akan dibagi dalam tiga komisi yang masing-masing membahas persoalan-persoalan penting keorganisasian, program kerja, dan kemitraan dengan berbagai lembaga.

Di hari terakhir Rakernas, sebut Jayanto, akan digelar pelantikan Pengurus Daerah JMSI Jawa Tengah. Direncanakan pelantikan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Verifikasi Faktual JMSI

Pelaksanaan Rakernas I JMSI adalah hal kedua yang disampaikan Teguh Santosa dalam pertemuan itu. Sebelumnya, dia melaporkan proses verifikasi yang dilakukan Dewan Pers terhadap JMSI, baik di pusat maupun di daerah.

Dari 30 Pengurus Daerah JMSI, sebanyak 23 di antaranya telah diverifikasi secara administrasi. Sementara sebanyak 12 Pengurus Daerah JMSI telah diverifikasi secara faktual oleh Dewan Pers.

“Ini sudah melebihi syarat yang diminta Dewan Pers, yakni 10 Pengurus Daerah terverifikasi faktual. Kita semua berharap agar dalam waktu dekat, semoga sebelum Rakernas I JMSI, Dewan Pers sudah memutuskan status JMSI sebagai konstituen,” ujar Sekjen Mahmud Marhaba.

Pengurus Daerah JMSI yang telah diverifikasi secara faktual oleh Dewan Pers adalah Pengda JMSI Sultra, Pengda JMSI NTB, Pengda JMSI Sumut, Pengda JMSI Kalsel Pengda JMSI Sumbar, Pengda JMSI Kaltim, Pengda JMSI Aceh, Pengda JMSI Bengkulu, Pengda JMSI Babel, JMSI Kepri, Pengda JMSI Sumsel, dan Pengda JMSI Jatim.

Verifikasi Pengda JMSI Jatim pada bulan Maret lalu terbilang istimewa karena dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh yang didampingi Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo, dan dihadiri oleh Ketua Umum JMSI Teguh Santosa. (*)