Tampung Aspirasi, DPRD Provinsi Bengkulu Temui Mahasiswa Papua

Bengkulu – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Selasa (9/2/2021). Kedatangan mereka adalah untuk menyampaikan permintaan meminta maaf Prof. Yusuf. Hanuk L yang merupakan Dosen Guru Besar Sumatra Utara karena diduga telah menghina orang Papua.

Aninius Giban salah satu perwakilan Himpunan mahasiswa menyatakan bahwa pihaknya menuntut keadilan dan kepada kemacetan terhadap Prof. Yusuf. Hanut L yang Berbicara tidak pantas dan menyinggung hati dan perasaan orang papua yang ada di seluruh Indonesia.

Kami melayangkan surat aksi damai kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Bengkulu dengan Nomor Surat: 02 / DPO / IMAPA / IX / II / 2021 PERJAL: aksi protes ikatan mahasiswa papua (IMAPA) Bengkulu yang melawan rasisme yang dilontarkan oleh guru besar Prof Jusuf. Hanuk L Fakultas Pertanian, Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara (USU), “ungkapnya.

Selain itu tindakan damai yang mereka ajukan atas rasisme yang dilontarkan Prof tersebut kepada Natalius Pigai lewat Whatsaap dan pada umumnya orang papua sangat tersinggung dengan kata-katanya.

Aspirasi kami dalan aksi damai rasisme dan tolak otsus, jilid II Papua 1. Copot Jabatan Prof Jusuf. Hanuk L Sebagai Dosen / Guru Besar Universitas Sumatera Utara, 2. Kami Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Bengkulu Meminta Ditangkapnya Dan Ditidak lanjuti Proses Hukum yang berlaku, 3. Hentikan Rasis Terhadap Orang Papua, 4. Kami Mahasiswa Papua Dengan Tegas Menolak Otsus Jilid II Di Papua, 5. Jika Tuntuntan kami ini tidak menjadi realita maka kami akan mengelar aksi unjuk rasa yang kedua kalinya dengan masa yang lebih banyak, ” tegasnya.

Sri Rezeki Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu lupa bahwa pihaknya sangat menerima masukan dan jiwa rasa kesatuan mahasiswa tersebur terhadap Indonesia, cinta mereka terhadap Indonesi sangat luar biasa.

“Kami menerima permintaan mereka sangat wajar menyampaikan permintaan secara baik, beretika, selaku Mahasiswa kita menyampaikan pernyataan aspirasinya tegas jelas. Siapapun yang terdiri dari Haknya yang demikian pasti akan menuntut proses Hukum,” paparnya.

Sri juga menyampaikan pihak Dewan akan aspirasi IMAPA tersebut kepada pihak yang berkompenten karena kejadian tersebut dilakukan di Medan.

“Dan saya yakin pasti dan jelas Kapolri terhadap hal ini cepat tanggap jangan sampai melebar ke yang lain yang tidak diinginkan agar yang dilaporkan untuk segera penangananya di percepat Proses Hukumnya dipercepat,” pungkas Politisi PDI Perjuangan ini. (Adv)