Rangkap Jabatan, Rektor UI Lepas Salah Satu, Rektor UNIB?

Bengkulu – Beredarnya informasi ke publik mengenai Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro merangkap jabatan menjadi Rektor UI dan Wakil Komisaris Utama di Bank BRI.

Kini masyarakat Bengkulu terfokus dengan Rektor Universitas Bengkulu (Unib) Ridwan Nurazi yang hampir sama halnya dengan Ari Kuncoro. Ridwan merangkap sebagai Komisaris di salah satu Bank milik pemerintah. Ia merangkap sebagai komisaris utama independen di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bengkulu. Ridwan dilantik sebagai Komut pada Tanggal 1 April tahun 2019 lalu oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Dikutip dari Bengkulu Interaktif, Ridwan saat dimintai konfirmasi tidak membantah soal jabatannya di Bank Bengkulu. Namun, menurut Ridwan posisinya berbeda dengan rektor UI karena dirinya tidak melanggar statuta Unib. Posisinya di Bank Bengkulu hanya sebatas pengawas sesuai dengan bidang kelimuan yang Ia miliki.  

“Kajian hukum mengenai hal ini ada di kantor, intinya statuta Unib tidak ada yang dilanggar (berbeda dengan statuta UI). Yang tidak boleh dirangkap rektor Unib adalah menjadi organ pengelola atau Direksi dst. Komisaris bukan organ pengelola, itu organ pengawas. Saya menjadi pengawas sesuai bidang keilmuan saya (finance)” terang Ridwan Nurazi

Saat disodori pertanyaan Pasal 29 statuta Unib Nomor 75 Tahun 2013, yang mana huruf e menyebutkan Rektor Unib dilarang merangkap jabatan di perusahaan badan usaha milik negara atau swasta. Ridwan enggan berdebat lebih jauh. 

“Kalau tidak ada yang melarang dan tidak ada pengecualian berarti boleh. Dosen itu sendiri sebenarnya pejabat, jabatannya ada yang bernama asisten ahli, lektor, lektor kepala  sampai guru besar, itulah jabatan dosen orangnya ya pejabat jabatan itu. Oke no comment aja ya nanti ujung2nya debat kusir” tulis Ridwan lagi. 

Kembali lagi, berbeda dengan Rektor UI, karena mencuatnya informasi publik akhirnya Rektor UI Ari Kuncoro Mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk atau BRI.

Pengunduran Ari Kuncoro telah disampaikan ke Kementerian BUMN. Ini disampaikan BRI melalui Informasi Efek Indonesia (BEI) pada 21 Juni 2021. (*)