Pembentukan Pojok Asi di Fasilitas Umum Dan Perkantoran

Penarafflesia.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma melaksanakan Kegiatan Penguatan Kerja Sama Lintas Sektor dalam Rangka Pembentukan Pojok ASI/Ruang Laktasi di Fasilitas Umum dan Perkantoran Tahun 2019 bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Senin (29/7/2019).

Acara yang mengambil tema : “Dukung Ibu Bekerja Memberikan ASI Eksklusif dalam Rangka Cegah Stunting di Kabupaten Seluma” ini diikuti oleh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Seluma, Perwakilan dari Polres Seluma, Kemenag Seluma, BPN Seluma dan perwakilan seluruh OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma.

Bertindak sebagai Narasumber yaitu Kasubag Dokumentasi dan Kontrak Bagian Hukum Setda Kabupaten Seluma Yeka Perawati, SH, Kasi Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Reza Ade Putri, S.ST dan Pengelola Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Cici Harika, SST.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Rudi Syawaludin, S.Sos menyampaikan antara lain untuk mendukung salah satu kegiatan prioritas pemerintah yaitu perbaikan gizi khususnya stunting, maka di Kabupaten Seluma dilaksanakan Penguatan Kerjasama Lintas Sektor dalam rangka Pembentukan Pojok ASI di Fasilitas Umum dan Perkantoran.

“Melalui pertemuan ini saya mengharapkan partisipasi dan dukungan OPD terhadap program ASI Eksklusif dan informasi pencapaian kinerja dengan menyediakan ruangan Laktasi di perkantoran dan fasilitas umum lainnya di Kabupaten Seluma”, lanjut Rudi Syawaludin, S.Sos.

Kasi Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Reza Ade Putri, S.ST menjelaskan bahwa salah satu kebijakan nasional dalam upaya perbaikan gizi masyarakat tertuang dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 bahwa upaya perbaikan gizi ditujukan untuk peningkatan gizi perorang dan Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Gerakan ini mengedepankan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat dengan ikut berpartisipasi, peduli dan terkoordinir untuk perbaikan gizi masyarakat dengan prioritas 1000 HPK”, lanjut Reza Ade Putri, S.ST.(Rls)