Mahupala Lakukan Pelatihan “Environment Leader Summit, Bersinergi Untuk Negeri”

0

Bengkulu – Guna mengenalkan pentingnya SDGs (Sustainable Development Goals) atau pembangunan berkelanjutan, Mahasiswa Hukum Pecinta Alam (Mahupala) Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (UNIB) menggelar pelatihan ‘Environment Leader Summit (ELS), Bersinergi Untuk Negeri’

Acara tersebut diikuti oleh puluhan peserta baik mahasiswa maupun pemuda di Kota Bengkulu, dengan mengusung tema ‘Melalui SDGs, Kita Berikan Kontribusi Nyata Untuk Negeri’.

Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Yuliswani menyampaikan Pemerintah Provinsi Bengkulu menyambut baik kegiatan ini karena mahasiswa dalam hal ini Mahupala berusaha untuk ikut dalam pembangunan dan pelestarian alam terutama di Provinsi Bengkulu.

“Kita ketahui bahwa pembangunan ini kalau tidak dibarengi dengan pelestarian alam, maka suatu saat nanti akan membahayakan kita manusia dan tentunya anak cucu kita,” sampainya saat memberi sambutan, Kamis (21/11/2019) di Ruang Internasional Fakultas Hukum Unib.

Tentu dengan kegiatan ini, kata Yuliswani, dimulai dari diri sendiri dan anak-anak muda untuk dapat melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian alam.

“Kalau ditingkat pusat, kita sudah tidak disarankan lagi memakai gelas plastik. Kemudian, untuk pipet kita harus menggunakan yang tidak hanya sekali pakai saja. Saya rasa ini juga perlu ditiru oleh para mahasiswa-mahasiswa,” sarannya.

“Mulai sekarang bawa tempat minum sendiri, nah itu sudah SDGs itu. Tidak plastik dan tidak sekali pakai. Jadi kita mulai SDGs itu dari kebiasaan kehidupan kita sendiri, kemudian kita tularkan kepada teman-teman yang lain,” tambahnya.

Selain itu, Ketua Panitia ELS Ilza Surya Pratama menjelaskan, ELS 2019 merupakan salah satu program unggulan dari pengurus Mahupala, yang bertujuan untuk menciptakan wadah kolaborasi baru bagi seluruh mahasiswa dan atau pemuda terbaik se – Provinsi Bengkulu untuk bertukar fikiran, gagasan atau projec sosial yang baik untuk dilaksanakan selanjutnya.

Ilza menyebut, para peserta akan mendapatkan materi idea coaching dari para coach yang sudah dipilih.

“Tujuan kegiatan ini, pertama mengedukasi pentingnya SDGs di kehidupan bermasyarakat. Kedua, menjalin kerjasama dengan stackholder terkait dalam menjalankan fungsi dari SDGs. Ketiga, mewujudkan rencana program strategis dalam mensukseskan SDGs di Indonesia tahun 2030,” jelasnya.

Peserta yang disiapkan dalam kegiatan ini, lanjut Ilza, sebanyak 60 peserta. Bentuk kegiatan, pertama mega conference, merupakan program yang lebih difokuskan kepada upaya mengembangkan pengetahuan akademis.

“Kegiatan ini diisi oleh, Gubernur Bengkulu, Kepala Bappeda Bengkulu, Kepala DLHK Provinsi Bengkulu, Kepala SDGs Unib Center, Kepala Dispora Provinsi Bengkulu, dan akademisi fakultas hukum Unib,” terangnya.

Kedua, terang Ilza, Idea coaching. Sesi ini menjadi tempat untuk belajar dan berlatih keterampilan khusus yang berkaitan dengan seluruh aspek pengembangan projec masing-masing grup chamber yang dikemas dalam bentuk coaching clinik.

“Ada tiga chamber pada tahun ini, chamber climate action, chamber life below water, dan chamber life on land,” ungkapnya.

Ketiga, pitching competition, puncak dari seluruh kegiatan ELS yang digelar berupa presentasi stage chamber oleh perwakilan projec yang dipersentasikan. Merupakan projec yang telah melalui tahap penemuan masalah, pencarian data, analisis diskusi masing-masing chamber. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here