Komentar Tidak Sopan, Akun FB MS Dilaporkan Wawali

Kota Bengkulu – Fitriansyah Kuasa hukum Wakil Walikota Bengkulu mendatangi Mapolda Bengkulu. Kedatangannya melaporkan akun Facebook insial MS atas kasus dugaan ujaran kebencian, Kamis (24/12).

Beberapa hari yang lalu, akun Facebook MS mengomentari postingan Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, postingan surat edaran Walikota Bengkulu terkait larangan menggelar pesta pernikahan dan kegiatan yang menimbulkan keramaian lainnya saat pandemi covid 19.

Tepatnya Pada 18 Desember 2020, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi tak hanya memposting Surat Edaran Walikota saja tetapi juga memposting surat Telegram Kapolda Bengkulu terkait larangan kegiatan yang menyebabkan kerumunan.

“Jadi MS ini mengomentari postingan pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang di posting pak Wakil Walikota di akun Facebook dengan kata-kata tidak baik yang bermuatan kebencian dan juga tak mendidik,” terang Fitriansyah.

Sambung Fitriansyah, pihaknya telah melayangkan somasi kepada yang bersangkutan dan memberikan kesempatan kepada terlapor untuk mengklarifikasi komentarnya tersebut, namun hingga masa waktu yang diberikan habis, MS tak kunjung beritikad baik, maka dari itu pihaknya melapor ke Polda Bengkulu agar ditindaklanjuti.

“Laporan kita diterima dengan baik oleh penyidik, untuk tindaklanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada penyidik Polda Bengkulu yang menangani hal semacam ini,” tegasnya.

Ketua Mata Dewa (Dedy Wahyudi) Tommy Yusriya bersama Kuasa Hukumnya Dede Frastien

Terpisah, Ketua Mata Dewa (Dedy Wahyudi) Tommy Yusriya memalui Kuasa Hukumnya Dede Frastien mengatakan, pihaknya mendampingi Ketua Mata Dewa berkoordinasi dengan penyidik Polres Bengkulu mengenai cuitan salah satu akun Facebook yang mengomentari SE Walikota dan Maklumat Kapolri yang di posting Wawako Bengkulu Dedy Wahyudi di facebook terkait penanganan Covid-19.

“Kita berkoordinasi dengan unit Pidana Umum (Pidum) II Polres Bengkulu. Hasil koordinasi kita sama pandangannya, terkait kliennya sebagai Ketua Mata Dewa sebagai orang yang dirugikan terhadap penghasutan yang dilakukan MS,” kata Dede.

Dede menuturkan, untuk pengaduan masyarakat secara resminya akan disampaikan pada Senin (28/12/2020) ketika hari kerja.

“Komentar MS ini ujaran kebencian dan menghasut masyarakat agar tidak percaya dengan Covid-19 dan penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu khususnya, kata yang dilontarkan sangat tidak mendidik dan kalau kita artikan kata-kata itu agar masyarakat tidak percaya dengan Covid-19 dan penanganan yang dilakukan pemerintah,” jelas Dede. (***)