Ketua DPD PAN Kota Bengkulu Mediasi Pihak Sekolah dan Murid, Ijazah Tidak Ditahan Lagi

BENGKULU – Ketua DPD PAN Kota Bengkulu di Hari Ulang Tahun (HUT) PAN ke-23 berhasil memediasi antara Siswa dan pihak Sekolah-SMKS 15 Taruna Kota Bengkulu perihal penahanan Ijazah siswa oleh pihak Sekolah karena ketidak mampu membayar uang tunggakan SPP.

Usai melakukan orasi HUT PAN ke-23, Ketua DPD PAN Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain langsung beranjak ke salah satu rumah warga di Kelurahan Pagar Dewa, perihal kasus pertama pelaporan warga yang mengeluhkan Ijazahnya cucunya di tahan pihak sekolah.

Diketahui, salah satu Warga (Siswa) yang ibunya meninggal kemudian ditinggal Ayahnya pergi tak tahu kemana, sejak kurang lebih kelas IV SD dan tinggal bersama Kakek Nenek nya, kakek tersebut kondisinya sedang sakit (Struk) serta Neneknya sudah tak lagi bekerja.

“Sampai di rumah warga, kami langsung menyerahkan satu paket sembako dan uang tunai untuk keperluan sehari-hari siswa dan Kakek-Neneknya. Dan kami juga akan langsung beranjak ke Sekolah yang menahan ijazahnya, untuk memediasi agar ijazah tak ditahan atau diberikan keringanan,” kata Teuku.

Setiba di Sekolah bersangkutan, Teuku bersama kader-kader PAN lainnya langsung memediasi antara Murid dan pihak sekolah (Kepala Sekolah, red) membicarakan untuk mencari solusi, jalan tengah supaya ijazah yang sudah lama tertahan pihak sekolah agar segera diserahkan.

“Alhamdulillah setelah dilakukan mediasi akhirnya ijazah yang selama ini ditahan oleh pihak sekolah diberikan dan sudah bisa digunakan murid yang bersangkutan, untuk kemudian ijazah tersebut dapat digunakan syarat mencari pekerjaan atau lainnya.” terang Teuku.

Usai menerima ijazahnya, Teuku juga menyampaikan kepada Anak (yang ijazahnya ditahan) agar menjadi relawan Duta kebaikan bagi masyarakat, jika ada masyarakat butuh pertolongan segera melaporkan atau bisa langsung datang ke Posko DPD PAN Peduli.

“Saya berpesan agar Andeka menyebarkan kebaikan. Andeka jadilah Duta kebaikan bagi seluruh masyarakat Kota Bengkulu, penyampaian atau membantu juga warga Kota Bengkulu yang sedang kesusahan dengan melaporkan ke Posko DPD PANPeduli atau dengan kebaikan lainnya,” kata Teuku.

Teuku juga menjelaskan didalam mediasi yang telah dilakukan (DPD PAN Kota, red) dirinya mengungkapkan bahwa mediasi yang telah dilakukan tidak merugikan dari pihak sekolah, ataupun dari pihak siswa-siswi, karena pihak sekolah adalah Sekolah Swasta.

“Dalam mediasi tadi kita tidak ingin menyalahkan dari pihak manapun, baik itu sekolah ataupun dari pihak keluarga siswa, dan kami juga tidak ingin pihak sekolah merasa dirugikan juga, karena sekolah adalah Sekolah Swasta (Mandiri, red). Tadi kita bersepakat mengurangi dan PAN juga membantu.” katanya.

Lebih lanjut, Teuku yang juga Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu ini menyayangkan maraknya ditengah masyarakat khususnya di Kota Bengkulu yang mengeluhkan, anak atau orang tuanya, ijazah ditahan pihak sekolah akibat ketidakmampuan dalam membayar SPP, terutama kepada Sekolah Negeri.

“Sebenarnya Sekolah apalagi Negeri sudah ada dana BOS, Komite dan APBD yang dianggarkan. Pihak sekolah dalam hal ini tidak bisa memantau yang mana kemudian siswa-siswi ini yang tidak mampu. SMP, SMA/SMK, seharusnya memiliki database dan sejak awal pihak sekolah sudah memberikan beasiswa untuk siswa-siswi tersebut bukan malah menahan Ijazah.” tegas Teuku.

Diakhir, Teuku berharap tidak ada lagi kejadian-kejadian yang serupa terutama di Sekolah-sekolah Negeri yang milik Pemerintah, karena sudah ada program gratis dari Pemerintah, jika ini tetap terjadi maka kita perlu mempertanyakan Pemimpin tersebut. [Red/Sop]