Kalangan Elemen Masyarakat Minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Awasi Aset Sekolah

Mukomuko, PR – Berbagai kalangan elemen mayarakat meminta pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko mengawasi ketat aset sekolah, berupa; Kayu dan atap.

Aset daerah yang besumber dari anggaran DAK Fisik rehab bangunan SD dan SMP yang ditafsir berjumlah puluhan gedung tersebut. Diduga tanpa pengawasan yang ketat dari Pihak terkait. Dikhawatirkan akan menyebabkan aset daerah berupa atap seng dan kayu yang bersumber dari rehab.

Puluhan hingga ratusan SD dan SMP raib dan hanya dimanfaatkan untuk kepentingan oknum tertentu.

Informasi yang dihimpun Awak media Pena Rafflesia.com dari berbagai sumber, menyebutkan, memang sudah menjadi kebiasaan umum jika selama beberapa tahun terakhir, setiap rehab sekolah dan fasilitas umum lainnya berupa gedung, pengelolaan aset berupa atap dan kayu bangunan yang direhab tak jelas nasibnya, bahkan kerapkali dibawa sendiri oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Padahal, bila dikumpulkan dari semua proyek Rehab gedung yang ada di Kabupaten Mukomuko, mungkin untuk dikumpulkan, nilainya terhitung lumayan besar untuk menambah pendapatan daerah.

Sementara itu Kabid Aset Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Mukomuko, Eka Purwanto, S.Ip M.Si melalui Kasubid Analisa Kebutuhan dan Pendayagunaan Aset, Septawandi SE, MM kepada awak media, Selasa (19/10/2021) menyebutkan, tugas pihak aset terhadap sisa atap dan kayu yang sudah dibongkar, menunggu laporan dari OPD terkait.

Sementara untuk penafsiran harga kayu, dan atap itu tergantung dinas terkait. Untuk hasil apa bila hasil pelelangan yang dilakukan oleh OPD harus tetap masuk PAD.

“Prinsipnya, kapan kita diundang pihak sekolah ke lokasi sekolah yang direhab, kalau untuk melakukan penilaian atau penaksiran harga atap dan kayu di lokasi, Itu tetap ditentukan OPD. Masalah kapan dibayar dan siapa yang memenangkan lelang, kita serahkan pada pihak Dinas Dikbud, tapi hasil penjualan tetap masuk PAD,” ujarnya. (Dnex)