Kadis Dikbud Eri Minta Pelaksana PPDB Masih Secara Online

KAdis Dikbud Provinsi Bengkulu Eri Yulian Hidayat

Bengkulu – Pada tanggal 26 Juni 2021 mendatang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) rencanya bakal dimulai.

“Kami rencanakan tanggal 26 Juni. Yang jelas sekarang kami sepakati bahwa SMA dan SMK itu diserentakan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu Eri Yulian Hidayat, Rabu (16/6/21).

Eri mengatakan pihaknya akan menerima beberapa laporan terkait siswa yang pindah sekolah dikarenakan diterima di sekolah lainnya. Menurutnya hal ini juga akan berpengaruh terhadap kelompok belajar di kelas masing-masing siswa. 

Selain itu, PPDB serentak ini juga dilakukan agar para siswa lebih fokus. Terutama memilih sekolah mana yang menjadi pilihan dan diutamakan juga untuk mempertimbangkan sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki.

“Kami ingin menjaring anak agar jangan pindah-pindah sekolah kalau sudah diterima di satu sekolah. Dari SMK pindah ke SMA atau sebaliknya. Jadi harapan kami juga, ini bisa disertakan,” paparnya.

Untuk pelaksanaan PPDB ini Eri juga mengatakan pihaknya sudah menyiapkan pelaksanaan teknisnya. Selain menekan agar sekolah tidak memungut biaya pendaftaran dari calon siswa baru, sekolah juga diminta melaksanakan PPDB dengan transparan, objektif dan tanpa ada pungutan liar (Pungli). 

Tak hanya itu, rencananya PPDB tahun ini akan dilaksanakan secara maksimal melalui online dengan melibatkan pihak ketiga dari penyedia aplikasi dan jaringan.

“Sudah kami siapkan dan proses lelangnya juga sudah selesai. Mudah-mudahan kerjasama kita dengan Telkom itu berjalan lancar,” imbuh Eri Yulian.

Adapun seleksi PPDB pada sistem zonasi, kata Eri, tahapannya masih sama yakni 50 persen zonasi, 25 persen lingkungan, 15 persen dari siswa berprestasi dan 5 persen dari jalur afirmasi. 

“Kami sudah persiapkan dan datanya juga sudah kami ambil di Dapodik Kemendikbudristek dan Kemenag,” ungkap Eri.

Mengingat masih dalam pandemi COVID-19, ia pun selalu mewanti-wanti agar pihak sekolah berupaya meminimalisir penumpukan orang di sekolah. Pasalnya, pihaknya berkomitmen untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Kami minta Pelaksana PPDB ini masih secara online, sehingga siswa benar-benar bisa memanfaatkan jalur ini agar tidak terjadi penumpukan di sekolah,” tutup Eri. (**)