Inovasi di Tengah Pandemi, Kepala Bappeda Menggagas Aplikasi ‘SIPP BANG’

Bengkulu – Pandemi Covid-19 tak hanya menghantam sektor kesehatan. Tapi juga sektor ekonomi tidak terkecuali menghambat dari segi pembangunan. Maka dari itu Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) gerak cepat melakukan inovasi agar perkembangan pembangunan tidak terhambat di tengah pandemi.

Bappeda Provinsi Bengkulu melakukan terobosan dalam meningkatkan kualitas perencanaan partisipatif pembangunan daerah dengan meluncurkan aplikasi SIPP BANG (Sistem Perencanaan Partisipatif Pembangunan).

Kepala Bappeda Isnan Fajri menjelaskan, SIPP BANG merupakan salah satu bentuk inovasi dalam menembus keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi di masa pandemi Covid-19, dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat, meningkatkan jumlah dan jenis stakeholder dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Ditengah kondisi pandemi covid-19 yang membantasi tatap muka, SIPP BANG dibuat untuk mempermudah dalam melibatkan semua pihak, baik keterlibatan masyarakat, stakeholder, untuk perencanan pembangunan,” terang Isnan, Senen (13/9/2021).

SIPP BANG merupakan salah satu gagasan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, S.Sos, M.Kes yang dalam Proyek Perubahan Diklat PKN Tk.II mengangkat permasalahan yang tengah terjadi selama pandemi ini agar perencanaan tetap berjalan secara terukur dan terarah.

Aplikasi SIPP BANG dibuat didasari dari pemikiran Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu dimana perencanaan partisipatif masyarakat yang dirasa masih kurang diminati dan bagaimana mendapatkan masukan dari masyarakat terkait harapan pembangunan Provinsi Bengkulu dalam masa pandemi Covid 19. Sehingga dapat menjadi masukan dalam pengambilan kebijakan pembangunan kedepannya.

Saat ini aplikasi dapat di akses melalui handphone, tab ataupun laptop pada alamat https://sippbang.bengkuluprov.go.id/. Untuk penyampaian usulan yang dialokasikan pada tahun anggaran 2022, aplikasi ini dibuka sampai dengan bulan Maret tahun 2022.

“Diharapkan melalui SIPP BANG, masyarakat dengan mudah dapat memberikan usulan dan permasalahan pembangunan melalui handphone, tab ataupun laptop, kapan saja dan dimana saja. Dengan sistem yang terstruktur, usulan masyarakat di kategorikan sesuai kamu susulan yang tersedia dan dapat dipantau status usulannya,” ungkap Isnan.

Terakhir Isnan menghimbau, “mari sama-sama memanfaatkan SIPP BANG untuk pembangunan Provinsi Bengkulu yang lebih partisipatif menuju Bengkulu Maju Sejahtera dan Hebat,” tutupnya. (Red)