Gusnan-Rifai Unggul di 6 Kecamatan, “Bengkak” di Kota Manna dan Pino Raya

Bengkulu Selatan – Hasil perhitungan sementara yang dilakukan oleh Tim Realcount Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan (BS) Gusnan Mulyadi-Rifai Tajudin menunjukkan pasangan Nomor Urut 3 unggul sementara dari tiga pasangan lainnya pada Pilkada 2020. Data masuk mencapai 93,61 persen.

Dari data yang masuk sebanyak 92.653, pasangan Gusnan Mulyadi – Rifai Tajuddin yang diusung Partai Golkar dan Nasdem ini berhasil merebut 34.623 atau 37 persen. Selisihnya terpaut 7.046 suara dari pasangan Hartawan-Darmin.

Disusul Paslon nomor urut 1 Hartawan – Darmin dengan perolehan suara 27.577 atau 29,79 persen. Kemudian pasangan nomor urut 2 Budiman-Helmi dengan perolehan suara 25.771 atau 27,84 persen dan Paslon Nomor 4 Dewi Sartika-Marwan Iswandi dengan raihan 4.916 suara atau 5,31 persen.

Dari 11 Kecamatan di Bengkulu Selatan pasangan Gusnan-Rifai berhasil menang di enam Kecamatan. Yakni di Kecamatan Pino Raya, Air Nipis, Kota Manna, Pasar Manna dan Kecamatan Manna.

Sementara pasangan Hartawan-Darmin meraih suara terbanyak di tiga kecamatan, yakni Kedurang, Kedurang Ilir dan Bungamas.

Sedangkan pasangan Budi-Helmi berhasil menang di dua kecamatan. Yaitu Kecamatan Seginim dan Kecamatan Pino.

Dalam konfrensi pers yang digelar di Posko Pemenangan, Gusnan Mulyadi menyampailan terima kasih kepada semua jajaran KPU, Bawaslu, TNI, Polri, Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Desa, Insan Pers, Tim Pemenangan, Simpatisan, Kordes, Korcam, Relawan, Bagian Dapur Konsumsi, Tim Data dan Pemuda serta semua masyarakat Bengkulu Selatan atas kesuksesan pelaksanaan pilkada ini.

“Sampai saat ini kami belum menyatakan kami pasangan nomor urut 3 ini menang. Karena itu bukan kewenangan kita, karena itu kewenangan KPU. Hanya saja, berdasarkan data C1 yang masuk. Bahwa saat ini kebetulan kita yang unggul atau meraih lebih banyak suara dari yang lain,” jelas Gusnan.

Sementara itu Ketua Tim Real Count Gusnan-Rifai, Gusman Fahrizal mengklaim bahwa data yang masuk ini sudah mencapai 93,61 persen.

“Data yang berhasil kita kumpulkan dari saksi-saksi TPS sudah mencapai 93 persen. Sehingga tidak akan terjadi perubahan yang signifikan. Apalagi selisih dengan pasangan peraih suara terbanyak kedua terpaut jauh selisihnya mencapai 7 ribu,” sampai Kandidat Doktor di Binus University ini. (red)