Diduga Mutasi 5 Pejabat Eselon II di Kabupaten Mukomuko Dibatalkan

Pena Rafflesia, Mukomuko– Diduga mutasi 5 Pejabat Eselon II dilingkungan Kabupaten Mukomuko dibatalkan dengan beredarnya surat keputusan Bupati Mukomuko. Pasalnya, Hampir satu tahun sudah kepemimpinan dan selama ini isu mutasi masih jadi pertanyaan hangat dikalangan masyarakat Kabupaten Mukomuko.
Selama kepemimpinan hampir Satu tahun untuk Bupati, H.Sapauan,SE,MM,Ak,CA,CPA dan wakil Bupati Wasri Kabupaten Mukomuko, ini baru 3 kali melakukan mutasi pada pejabat eselon II Kabupaten Mukomuko.(28/10/2021)

Dalam surat edaran dari media sosial tersebut tertulis keputusan bupati Mukomuko Nomor 821.22-343 tahun 2021 tentang pengangkatan pegawai negeri Sipildalam Jabatan Pimpinan tinggi Pratama. Memutuskan pembatalan keputusan Bupati Mukomuko No 821.22. 267 tahun 2021 tentang pemberhentian dari jabatan Pempinan tinggi pratama dilingkungan jabatan pejabat pimpinan Pratama dilingkup pemerintah kabupaten Mukkmuko dan keputusan Bupati Mukomuko No 800-307 tahun 2021 tentang pemberhentian dari jabatan pimpinan tinggi pratama dilingkungan pemerintahan kabipaten mukomuko.
Dan memutuskan mengangkat kembali pegawai negeri sipil dalam jabatan pimpinan tinggi Pratama dalam lingkungan pemerintahan kabupaten Mukomuko.
Dalam surat tersebut untuk membatalkan dan mengangkat kembali 5 orang pejabat esolon II.

Pebatalan SK Pejabat eselon II dilingkup pemerintah Kabupaten Mukomuko mendapat respon dari Ketua LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Mukomuko Salaman alfaris, mengatakan, Kepada Awak media ini, Selain menduga bahwa pembatalan tersebut diduga kepentingan kompromi tidak berjalan.dan meminta kepada pejabat yang berwenang, sebelum melakukan mutasi, agar meninjau aturan yangvtelah ditetapkan KASN, agar kesalahan serupa tidak terjadi lagi.
” kalau mutasi tidak berdasarkan telaah hukum, dan aturan yang berlaku hal inikan bisan mencoreng nama daerah kita sendiri serta masyarakat kabupaten Mukomuko”ungkap nya

Dirinya berharap agar dalam menentukan jabatan seorang ASN sebaiknya melihat pada profesionalisme dan kinerja kerja dan melepaskan semua kepentingan yang ada.
agar Bupati Kabupaten Mukomuko harus memiliki ketegasan dalam menentukan sikap untuk melaksanakan mutasi. Berikan kepercayaan kerja sesuai dengan jabatan yang telah diberikan. Bukan sebaliknya, memberikan pekerjaan kepada orang yang bukan sesuai tupoksinya namun karena sanak family lalu melakukan semuanya sesuai keinginan mereka.
“mudahan kedepannya kabupaten Mukomuko jauh lebih baik dari sebelumnya”tutup salman. (Dnex)