Cerita Kasni: Kalau Tak Ada Ayam, Kami Tak Bisa Makan

Kondisi rumah Kasni saat didatangi Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Bengkulu Iskandar ZO, Sabtu (4/9/2021), Foto: dok/MC prov

Bengkulu – Rumah papan berukuran tak lebih dari 30 meter menjadi tempat tinggal Kasni Anita warga Kota Bengkulu dan keluarganya. Lantai tanah berlapis karpet plastik yang telah banyak robek, dan terasnya yang sempit ia jadikan kandang ayam.

Ia tinggal bersama Burmawi, suami Kasni yang kesehariannya menjadi kuli panggul, dan dua anaknya. Meski dengan mata berkaca-kaca, dengan tegar ia bercerita kalau ayamnya sering ia jual hanya untuk bertahan hidup. Saat heboh Corona beberapa waktu lalu, suaminya tak ada penghasilan lantaran tak ada bongkaran dari ekspedisi untuk dipanggul.

“Kalau tak ada ayam ini, kami tak bisa makan,” katanya.

Kasni tak melulu bercerita soal kepahitan, ia bersyukur keluarganya sehat dan tak pernah ada kisah mengalami sakit yang terpaksa harus mengobati dengan biaya banyak. Tanah yang ia tempati juga berkat kebaikan orang memberikan dengan harga terjangkau, setelah beberapa tahun mereka tinggal di kontrakan.”BPJS tidak punya, tapi untungnya kalau sakit beli obat di warung bisa sembuh,” ujar Kasni saat kedatangan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Bengkulu, Sabtu (4/9/2021).

Kadinsos Iskandar ZO siang itu menyerahkan bantuan bahan pangan, serta bahan untuk renovasi rumah. Keluarga Kasni yang selama ini tak mendapat bantuan reguler program jaminan perlindungan sosial juga bakal disegerakan ditelusuri datanya, agar bisa masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial.

“Ini kita sampaikan bantuan untuk renovasi rumah, dan akan diikuti program dari Baznas serta CSR BUMD. Ini juga mohon nanti dukungan warga untuk bergotongroyong, sehingga apa yang memungkinkan bisa kita lakukan perbaikan tempat tinggal bu Kasni dan keluarga,” ucap Iskandar ZO yang saat itu hadir RT setempat dan Lurah Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu.

Keluarga Kasni, lanjut Kadinsos Iskandar ZO, bisa jadi hanya salah satu contoh kasus yang harus mendapatkan respon cepat dan tepat. Respon sosial yang kasuistis, bisa ditangani seluruh lapisan masyarakat termasuk seluruh level pemerintahan yang bersinergi. Namun ia tegaskan, agar bisa mendapatkan program jaminan sosial reguler harus dengan penanganan yang sistematis. (Rls)